Sejarah

Berawal dari niat tulus ikhlas dan semangat dalam mendirikan sebuah lembaga pondok pesantren yang menyatukan unsur IPTEK dan IMTAQ, KH. Asmuni bin H.Rohili Pendiri yayasan Ar-Ridho Palmerah yang saat itu telah bekerjasama dengan yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar kurang lebih 30 tahun sejak tahun 1985 dalam membantu program pemerintah mencerdaskan bangsa melalui pendidikan. Beliau mewakafkan sebidang tanah di bogor yang beralamatkan Kp. Parung Aleng Ds. Cikeas Kec. Sukaraja Kab.Bogor, diatas tanah inilah kemudian beliau mendirikan pondok pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul.

Mula-mula pada tahun 2005 di tanah ini didirikan sebuah musholla, asrama dan taman bermain untuk dijadikan sebagai sarana belajar al-quran oleh putra putri penduduk sekitar Parung Aleng, dikarenakan luas tanah tersebut kurang lebih 350.000 m3, maka beberapa area tersebut dibuka untuk lahan perkebunan, persawahan dan outbond park dan pada tahun 2010 KH. Asmuni berdiskusi dengan putra ke duanya Ir.H.Hudori MSc, akan niatnya mendirikan sebuah pesantren ditempat tersebut, beliau meminta kepada putranya untuk mencari beberapa pesantren untuk dijadikan panutan atau refrensi. maka putranya mengajukan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo sebagai panutan karena Pesantren tersebut telah terbukti sukses dalam mendidik dan mencetak kader-kader pemimpin umat, dan ketika itu kyai Haji Asmuni menyutujuinya dan mengutus putranya untuk bersilaturrahmi dan menyampaikan niat baik ayahanda tercintanya serta untuk meminta arahan dari  Pimpinan Pondok Modern Darussalam gontor, KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi MA setelah mendengar kabar dari Ir. H. Hudori. MSc beliau menyutujui dan mendukung niat baik tersebut serta bersedia untuk membina dan membimbing pendirian Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Dan pada tanggal, 2010 KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi. MA beserta rombongan berkunjung ke lokasi yang akan didirikan pondok pesantren tersebut, setelah beliau melihat dan berdoa untuk pendirian tersebut beliau menyampaikan agar segera dibangun beberapa asrama dan akan dikirim guru pengabdian lulusan KMI tahun depan. Namun sebelum selesai pembangunan dan peresmian Pondok Pesantren tersebut KH. Asmuni bin H. Rohili jatuh sakit, walaupun beliau dalam keadaan sakit niat baik nya tetap tidak berubah bahkan ketika beliau dalam keadaan kritis yang selalu ditanyakan tentang bagaimana proses pembangunan pesantren di sentul. Dan pada tanggal 10 oktober 2011 KH. Asmuni Bin H. Rohili telah di panggil untuk pulang ke Rahmat Allah SWT, kesedihan dan kepiluan yang dirasakan oleh Ir. H. Hudori, MSc dan keluarga atas kepergian beliau. Namun setelah itu Ir. H. Hudori MSc tetap bersemangat untuk mewujudkan cita-cita ayahanda tercinta. Dan pada tanggal, 2011 datanglah 4 guru alumni KMI yang diutus Pondok Modern Darussalam Gontor untuk mengabdi di pesantren tersebut, pada waktu itu selama + 1 tahun Pondok pesantren belum membuka pendaftaran untuk santri yang mukim, dikarekan belum siapnya faslitas untuk santri mukim dan masih minimnya guru, dan para guru pengabdian hanya fokos kepada santri TPA dari putra-putri warga sekitar. Dan pada tahun berikutnya setelah semuanya siap, baik fasilitas maupun gurunya, maka tepat pada tanggal, 01 juli 2012 M./11 sya’ban 1433 H, Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul baru dibuka secara resmi dan menerima santri baru untuk mukim, dan pada waktu itu Pondok Pesantren tersebut di Pimpin langsung oleh KH. Ir. Hudori MSc serta mengangkat Al-Ustadz Maturidi, S.Pd.I sebagai Direktur Pondok Pesantren.